People of Sabah

Traditional costumes of Sabah indigenous people are always one of my favourite photography targets. So far I never see an “expert” in such area. Coz most people, even those from tourism or cultural sector, cannot name more than 10 indigenous groups in Sabah. Many say Sabah is a melting pot for so many cultures and ethnics, but how many of us really know what are inside the pot? I found that even newspapers got the name of the ethnic group wrong sometimes.


Click Here to see 230+ photos of Sabah Indigenous People >>

There are more than 30 indigenous groups in Sabah. Each indigenous group can have over 10 sub-ethnics / sub-groups, which might use different languages and costumes. For example, Suluk and Iranun are the sub-ethnic of Bajau. Getting the photos for 100+ groups seems like a Mission Impossible.

In the past one year of travelling around Sabah, I have been trying my best to “collect” the photos of indigenous people in different district. Their photos are scattered around in my 50+ photo galleries here, so I decide to categorise them for easy viewing below (most photos may look familiar to you). I know my collection is far from complete, but it is one of the best sources to see the people of Sabah online. You can even find the photos of minority such as Iban and Ulu of Sabah. Anyway, this is just a draft verion. In the future, I will add more photos and write-up. If there is any mistake, please correct me.


Click Here to see 230+ photos of Sabah Indigenous People >>

Photos of Sabah indigenous people:

  1. Bajau
  2. Bisaya
  3. Bonggi
  4. Orang Brunei
  5. Bugis
  6. Bundu
  7. Iban
  8. Idahan
  9. Iranun
  10. Kedayan
  11. Kimaragang
  12. Kimensi
  13. Labuk
  14. Lobou
  15. Lotud
  1. Lundayeh
  2. Murut
  3. Kadazan Papar
  4. Kadazan Penampang
  5. Rungus
  6. Dusun Segama / Subpan
  7. Suluk
  8. Orang Sungai
  9. Dusun Tambunan
  10. Dusun Tatana
  11. Tidung
  12. Dusun Tindal
  13. Dusun Tobilung
  14. Dusun Tombonuo
  15. Orang Ulu

Related Links:
1) Kaamatan Festival 2006
2) Sabah Fest 2006
3) Kaamatan Festival 2005

16 thoughts on “People of Sabah

  1. kippo

    i strongly disagree that Bugis and Suluk belong to indigenous people of Sabah. They are recent migrants and most of them are illegal migrants.

    same with Orang Brunei in which the name itself point out that they are migrants.
    same with bonggi, iranun, badjow/bajau where they are migrants from philippine.

    idahan costume shows strong link with malay costume i.e. migrants from indonesia/java.

    indigenous tribes in sabah have strong similarity with sarawak. Even one of sarawak tribes have a version of magunatip.

    Reply
  2. misaki

    To the author.

    Good job! I ‘m interested in people of Sabah.Thanks for it.
    But…,

    I want to see them in their own villages and hear them speaking their own Bahasa. How about that as your new project? I wish I could do that myself.

    Reply
  3. roninro9
    Ronin

    Is there any other website like this but the content is written in “boros” or KadazanDusun language? Misaki….the people of Sabah is very polite that they want you to have one round of “suki” hehehehe…just kidding. Bah……

    Reply
  4. roninro9
    Ronin

    Thanks mySabah.com because concern about correcting the label Orang Sungai to Dusun Tambunan in the Sabah Fest 2007. One “suki” 4 you guys hehehe…

    Reply
  5. aliemans

    i really excited with sabah people especially for the photo of tradisional costum if you dont mind please include more photo about village and beutifull ladies of sabah

    Reply
  6. Jesse Joy – I'm just a poor boy, I don't need no sympathy. - Bohemian Rhapsody, Queen. Click on this link to know more: http://jessejeremyjoy.wordpress.com/whos-jesse/
    J. J. Boy

    instead of just the pictures which are totally great why noy put some information about them especially their music and dance… that would be more interesting.. and what about those dusun liwan, dusun pahu, tagahas, tangara, kuijau, bagahak, ubian, binadan, paitan and rumanau tribes? please search for the ORIGINAL costumes of all the tribes in sabah that would be really helful… ehehehe…. can u please tell me more about the orang ulu of sabah… first time sya nampak… huhuh…

    Reply
  7. Yaacob

    Since when Bugis became one of the Indigenous people of Sabah! I hope you can make a correction, unless you have concert evidence to support it.

    Reply
  8. Jailani

    Love East malaysia and the different ethnic groups. Kebanyakan org sabah berkulit cerah dan (minta maaf) bermata sepet. Di Singapura kalau yang berbahasa Melayu (tak kira apa Ugama yg di amali) biasa-nya berkulit coklat dan bermata bulat. Ade takde yang kalau berkulit cerah dan bermata sepet biasa-nya anak cina-melayu. Adakah orang Sabah asal-nya dari tanah besar Asia atau saperti ade cerita, berketurunan Monggol. Terima kasih kalau ade yang sudi memberi sedikit keterangan. (e-mail saya jailani@singtel.com)

    Reply
  9. bahar tuaran

    i wished that every pictures taken have the description.. not only picture… the picture it self is static! i know i know picture worth of thousands words but in this case only picture and picture….
    aramaii tii..

    from bahar tuaran

    Reply
  10. jihadan – ikhwan 313
    al kimaragang

    Pohon Keturunan Manusia

    Menurut hadis-hadis Nabi s.a.w dan atsar para sahabat, juga ilham yang diterima ulama-ulama terutama kalangan tabi’in, yang masyhur adalah: Nabi Nuh berputera 6 orang. Setelah banjir besar, tiga orang puteranya (beserta keturunannya yang juga ikut di kapal) selamat. Merekalah yang menurunkan bangsa-bangsa di dunia saat ini. Menurut Imam Ibnu Katsir dan beberapa ulama lainnya, semua manusia selain yang di kapal mati tersapu banjir.

    Putera Nabi Nuh a.s yang bernama Yafits menurunkan bangsa-bangsa kaukasia (nama ini diambil dari pegunungan kaukasus), saat ini lebih kurangnya diwakili oleh bangsa Rusia, Finlandia, Norwegia. Cirinya, badan tinggi besar, tulang-tulang kuat, kulit putih, rambut lurus kuning jagung (malah sampai alis mata juga kuning), hidung mancung dan tinggi raut muka agak kasar. Selain ras kaukasoid, Yafits juga menurunkan bangsa Ya’juj dan Ma’juj. Cirinya lebih kurang sama. Hanya saja tinggi Ya’juj Ma’juj ini hanya seukuran pinggang saudara-saudaranya. Mungkin sekitar 130 cm. Badan kekar, telinga besar dan ganas. Bangsa ini sudah hilang, “disimpan” oleh Raja Dzulqarnain di antara gunung-gunung untuk nanti di akhir zaman sudah dijanjikan akan keluar dan memakan apapun yang ada di dekat mereka. Legenda berbentuk cerita-cerita rakyat kuno tentang bangsa ini (ya’juj ma’juj) dapat kita temui pada cerita Jerman dan Norwegia kuno, yaitu “dwarf” atau kurcaci. Kosakata ‘dwarf’ ini berasal dari bahasa eropa kuno. Selain itu, menurut sebagian ulama, Yafits juga menurunkan bangsa Cina.

    Putera Nabi Nuh yang bernama Ham, menurunkan bangsa-bangsa yang berkulit hitam, yaitu bangsa Qibti (Egypt = Mesir) dan bangsa Sudan (ini mencakup seluruh kaum kulit hitam di Afrika). Bangsa Qibti adalah penduduk asli Mesir. Memang dari awal sudah diperintah ayahnya untuk menuju ke barat dan menetap di DAS Nil. Contoh ras asli Qibti adalah mantan Presiden Mesir Anwar Sadat. Kalau Hosni Mubarak sudah tercampur ras Arab. Bangsa Qibti ini kulitnya coklat gelap, rambut agak keriting hingga keriting sekali dan perawakan aslinya tidak besar, alias sederhana. Dari bangsa inilah Firaun dan Hamman berasal. Saudara bangsa Qibti, yaitu bangsa Sudan berkulit hitam dan rambut sangat keriting. Perawakannya bervariasi, tapi sebagian besarnya tegap-tegap dan tenaga mereka kuat. Mereka menempati benua Afrika. Tidak semua keturunan Ham menempati benua Afrika. Sebagian keturunannya diperintahkan bergerak ke timur sejauh-jauhnya. Mereka awalnya menempati tempat yang sekarang bernama Nusantara ini untuk kemudian tergeser makin ke timur, terdesak oleh pendatang baru yaitu sub ras Melayu. Sekarang mereka berada di Papua dan Australia.

    Putera Nabi Nuh yang bernama Sam menurunkan sebagian besar bangsa-bangsa Asia sekarang. Awalnya keturunan beliau menempati daerah di sekitar sungai Eufrat dan Tigris dan utara dan selatan Jazirah Arab. Contoh bangsa-bangsa kuno keturunan beliau adalah bangsa ‘Aad di Hadhramaut Yaman (sudah dimusnahkan ALLAH), bangsa Tsamud di barat laut jazirah Arab, dekat Tabuk (sudah dimusnahkan), bangsa Kaldean (bangsa asal Nabi Ibrahim a.s), bangsa Sumeria dan bangsa-bangsa Arab kuno seperti Jurhum dan Amaliq. Ciri keturunan Sam adalah kulit terang (putih kemerahan hingga sedikit coklat), rambut warna coklat atau kemerahan gelap, wajah lonjong, tinggi tubuh dari sederhana hingga tinggi, tapi biasanya tidak setinggi keturunan Yafits. Dari segi perawakan, mungkin keturunan Sam inilah yang paling bagus. Yang laki gagah-gagah dan yang perempuan cantik-cantik.

    Salah seorang keturunan Sam, Nabi Ibrahim a.s bermigrasi dari tempat tinggal asalnya di daerah antara dua sungai Eufrat dan Tigris (ada yang menyebutkan di Ur). Beliau ini banyak menurunkan bangsa-bangsa di dunia yang ada sekarang. Keturunannya menjadi penguasa-penguasa dunia. Dari putera tertua, Nabi Ismail, beliau menurunkan bangsa Arab Musta’ribah. Cirinya kulit putih, rambut kemerahan dan bagus-bagus rupa fisiknya. Di antaranya adalah suku Quraisy.

    Dari putera yang kedua, Nabi Ishaq, Nabi Ibrahim memperoleh dua cucu, Al Aish (Essau) dan Ya’kub (Jacob, kemudian Tuhan menamakannya Israil). Al Aish menikah dengan sepupunya, yaitu anak Nabi Ismail. Al Aish ini perawakannya besar, tegap dan badannya berambut banyak. Darinya muncul bangsa Aria yang awalnya menempati daerah di sekitar hulu sungai Eufrat, kemudian sebagian bermigrasi ke Asia Tengah, terus masuk ke Sungai Oxus (Khurasan) dan kemudian berkembang menjadi bangsa Persia. Sebagian meneruskan migrasinya hingga ke Lembah Sungai Indus dan menaklukkan keturunan Ham yang tinggal di sana (Mohenjo Daro dan Harappa). Kemudian mereka menjadi bangsa India kasta tinggi (Brahmana dan Ksatria). Sebagian bangsa Aria bermigrasi ke barat menempati tanah yang sekarang dinamai Yunani. Dari situ mereka terus bergerak ke barat menempati Italia (bangsa Romawi) hingga pantai Normandia. Selama migrasi ini terjadi percampuran dengan keturunan Yafits menghasilkan bangsa-bangsa Eropa Tengah. Lihat, bahasa asli Aria Sanskrit (bentuk tertingginya adalah bahasa yang digunakan kitab Weda) amat dekat dengan bahasa-bahasa Latin dan juga bahasa Inggris. Begitu juga dewa-dewa mereka. Serupa.

    Dari Nabi Ya’kub diturunkan Bani Israil atau yang sekarang kita sebut sebagai yahudi. Semuanya ada 12 suku mewakili 12 anak lelaki Nabi Ya’kub dari empat istri (Nabi Ya’kub juga punya satu anak perempuan). Keturunan Ya’kub ini kemudian bermigrasi ke Mesir mengikuti Nabi Yusuf yang menjadi bendahara kerajaan. Sekitar 400-500 tahun kemudian, mereka diperbudak oleh Firaun. Maka Tuhan mengutus Nabi Musa dan Nabi Harun untuk membebaskan mereka dan membawa mereka kembali ke tanah moyang mereka, Nabi Ya’kub, yaitu Baitul Maqdis. Nabi Musa tidak sampai membawa mereka masuk Baitul Maqdis. Tapi akhirnya mereka masuk juga di bawah pimpinan Nabi Yusya’. Kerajaan mereka mencapai puncaknya di zaman Nabi Sulaiman. Kemudian silih berganti hancur, bangun, hingga dihancurkan sama sekali oleh Kaisar Titus dari Romawi tahun 70 M. Sekitar 19 abad kemudian mereka membangun kembali negeri mereka yang dinamakan Israel.

    Rumah ibadah pertama di muka bumi ini adalah Ka’bah di lembah Bakkah (Makkah) yang dibangun Nabi Ibrahim dan yang kedua adalah Baitul Maqdis di Yerusalem sekarang, yang dibangun oleh Nabi Ya’kub.

    Menurut kitab-kitab, Nabi Ibrahim memiliki tiga istri, Sarah (bangsa Kaldean), Hajar (bangsa Qibti) dan satu lagi Qanthura (Keturah). Besar kemungkinan Qanthurah ini dari bangsa asia timur karena Nabi Muhammad s.a.w menyebut “Bani Qanthurah” untuk orang-orang Mongol. Dari Qanthurah beliau memperoleh enam anak. Ada yang menjadi bangsa Madyan (dimusnahkan ALLAH) di timur Sinai, dan menurut beberapa orang sebagian keturunannya diperintahkan terus bermigrasi ke timur. Jejak-jejaknya dapat ditelusuri hingga tibet, kapilawastu di India dan kemudian mereka bermigrasi (mungkin) melalui laut dan menduduki Nusantara. Sebagian terus migrasi ke timur dan bercampur dengan keturunan Ham yang lebih dahulu menduduki pulau-pulau Pasifik. (Mungkin) mereka inilah nenek moyang kita, sub ras Melayu.

    Allahua’alam, maaf panjang sekali.

    Reply
  11. Tina K

    Hi… I just found this interesting post about traditional costumes. I wrote about the Dusun Tindal wedding attire recently and attempted to label the clothes and accessories. In case you or your readers are interested, I’m on the Sabah blog list.

    Reply

Leave a ReplyCancel reply